Selasa, 11 Januari 2011

kuliah meeeen

Kalo blog di absen pasti gue dapet nilai e++++++. Dari awal bikin aja gue uda nunda nunda buat bikin eh pas uda bikin juga gue nunda nunda buat posting sampe akhirnya gue lupa mau posting apa, bahkan gue lupa kalo gue punya blog. Ini adalah kebiasaan gue nah sekarang gue akan memulai kebiasaan baru. Hidup didunia perkuliahan yang sangat berhubungan erat dengan pendidikan di negara sendiri bikin gue pengen.... pengen... aaaaaaaah. Gue liat dan akan merasakan sendiri bagaimana para calon pendidik di didik untuk mendidik, tercengang. Ga abis pikir kenapa bisa kayak gini. Ini guenya yang norak apa mereka terlalu gaul tentang pendidikan. Katanya pendidikan itu penting, trus jadinya harus merasa penting atau dipenting pentingin? Ini lebih bobrok di banding kasus korupsi, coba aja si abang koruptor itu di didik dari kecil bahwa ‘ngambil yang bukan hak nya itu dosa’ lalu diberikan contoh nyata kalau perlu si pendidik memberikan contoh langsung. Nah kalo uda tertanam dan terbiasa kan bakalan terus terngiang di benak si abang itu. Negara maju atau tidaknya juga diukur salah satunya dari pendidikan, lah gimana mau dibilang maju kalo kayak gini terus? Golongan orang yang pintar tidak ingin membuat pintar golongan yang tertinggal. Jadi ngaco kan gue ngomongnya (ngetik kali?).

sekarang kuliah gue ambil pendidikan ekonomi (MAMPUS KAN GUE) gue harus menjadi pendidik dan setidaknya gue harus ikutan sok tau dalam perekonomian negara. Ngurus diri sendiri aja InsyaAllah, mungkin gue bakalan jadi gurunya para koruptor. Sebenernya mengenaskan loh jadi guru, masih inget sebutan buat guru apa? Pahlawan tanpa tanda jasa. Tanpa tanda jasa. enak banget labeling gitu, guru juga manusia men. Sama aja kayak para TKI yang disebut pahlawan devisa. siapa sih tu yang bikin? Sak karepe dewe!

Sabtu, 25 April 2009

ninabobo

Pengantar tidur
Tetap ada walau sudah tak ada

Selalu meninabobokan ku
Tetaplah disana sampai aku sudah bisa tidur sendiri

para kaktus

Terlalu rumit.
Untuk semuanya . Mungkin orang dapat dengan mudah melaluinya, tapi buat gue terlalu rumit . Emang susah nyatuin belasan kepala, pusing gue .
Tapi gue harus yakin gue bisa, gue ga cuma mao lewat 3 tahun. Mereka terlalu rapuh untuk ditinggalkan. Semoga aja gue ga cuma bisa ngomong .

Mengenal dan berada bersama kalian disini tidak dapat dikalahkan oleh mereka. Aku tau kalian menyayangiku, begitupun aku. Tetap bersama ya para kaktus.
Tak usah terlalu memikir ke belakang. Lanjutkan dan benarkan saja untuk kedepan.

baru bikin

Uda dari dulu sebenernya tapi baru bisa sekarang.
Kenapa ya orang selalu menunda sesuatu yang bisa mereka lakukan sekarang ? seakan hidup ini tiada akhir.
Gue binggung sama kehidupan gue yang sekarang. Gue sempet berniat lepas dari kehidupan itu, tapi mereka narik gue. Gue juga jadi tambah ga enak . Tapi sekarang , mereka pergi dari kehidupan itu. Apa gue juga harus melakukan hal yang sama ? narik mereka ?

Tapi mereka lebih dewasa dari gue. Dan banyak hal dari orang dewasa yang ga gue ngerti . Cara berfikir terutama.